Seorang Warga Surian Solok Positif Covid 19

461
Gusmal
Bupati Solok H. Gusmal bersama forkompimda memberikan keterangan pers terkait warga Surian positif Corona
ARRUSNews – Sempat menjalani isolasi dan memaksa minta pulang dari RSUD Arosuka, SF (77), warga nagari Surian, kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, ternyata  positif terinfeksi Corona Virus Disease (Covid 19).
Bahkan SF, sekaligus mejadi  pasien pertama dinyatakan positif  Corona di Kabupaten Solok, setelah  laboratorium Unand Padang mengeluarkan hasil Swab test yang bersangkutan.
Kepastian warga Surian itu positif corona, diungkapkan Bupati Solok H. Gusmal dalam konferensi pers di Guest House Arosuka, Kamis (16/4) malam.  Ikut hadir pada kesempatan, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin, Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho, S.IK, Dandim 0309/Solok Letkol ARM Reno Triambodo, Asisten Pemerintahan Edisar, serta Kepala Dinas Kesehatan dr. Marzetty Marwazi.
Disampaikan Gusmal, pasien SF awalnya datang ke dokter praktek di Surian dengan ditemani menantunya pada  Senin, tanggal 13 April 2020. Menantunya ini,  merupakan seorang perantau dari Jakarta. Saat menangani pasien SF, dokter yang melakukan pemeriksaan hanya memakai masker kain biasa.
Gejala sakit yang diderita pasien merasa kebas dibagian lengan kiri. SF bahkan tidak  ada gejala batuk, sesak napas atau lainnya. Bahkan pada saat pemeriksaan, suhu tubuh yang bersangkutan tercatat 37 derajat celcius. Sedangkan penyakit lain yang dialami sebelumnya,  pasien memiliki riwayat sakit jantung dan hipertensi yang sudah dideritanya sejak lama.
Selanjutnya pada Selasa, tanggal 14 April, pasien berobat ke RSUD Arosuka. Ia mengalami keluhan nyeri perut pada bagian ulu hati.
“ Pasien diantarkan  kekuarga. Hari itu, pihak  RSUD Arosuka langsung melakukan isolasi terhadap pasien. Tanggal 15 April, diambil  sampel Swab pasien untuk di tes  ke Labor Unand,” papar Gusmal.
Belum keluar hasil Swab tes dari Unand, Kamis, tanggal 16 April, sekira pukul 12.00 WIB, pasien minta pulang secara paksa. Ia mengancam, jika jika tidak dizinkan pulang, pasien SF akan berbuat keributan di rumah sakit. Kelaluannya, dengan membuat surat perjanjian, pasien diijinkan pulang dengan catatan harus melakukan isolasi mandiri di rumah.
” Begitu pasien pulang,  Sorenya (Kamis), hasil Swab tes pasien keluar  dari Labor Unand dan menyatakan positif,” ungkap Gusmal.
Menyikapi itu,  Gusmal menegaskan,  terhadap pasien akan dikenakan prosedur perawatan. Gusmal menyatakan pihak keluarga menolak pasien dibawa. Pihaknya kemudian meminta bantuan ke pihak Polres Arosuka dan Kodim 0309/Solok agar pasien segera dibawa Kamis malam ini.
Disampaikan bupati Solok, terhadap warga yang positif Corona itu,  akan diupayakan dirawat di RS M Djamil Padang atau RS Ahmad Mochtar Bukittinggi atau pun Semen Padang Hospital.
“ Jika semuanya penuh, akan dirawat di RSUD Arosuka. Kemudian, seluruh keluarga dan siapa saja yang pernah berinteraksi dengan pasien itu, kita lakukan tracking dengan diteliti,” ujarnya.
Terkait itu, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin yang juga Kepala Posko Utama Penanganan Pencegahan Penyebaran  Covid-19 (P2PC)  Kabupaten Solok, mengharapkan seluruh elemen bergerak maju dan kompak mengahadapi Covid-19. Masyarakat butuh informasi yang valid dan menyejukkan.
“Kita harus bergerak bersama dan kompak. Kita berharap pandemi covid 19 ini  bisa kita lalui dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0309/Solok Letkol ARM Reno Triambodo menyatakan, pihaknya telah melakukan upaya agar segera membawa kembali pasien tersebut dari Surian ke RSUD Arosuka.
“Kita bersama kepolisian dan masyarakat akan mengupayakan agar pasien segera ditangani sesuai dengan protokol penanganan pasien positif Covid-19,” ujarnya.
Senada, Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho memastikan,  pihaknya akan menjadi garda terdepan dalam Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Solok.
Perantau Paninggahan
Sebelumnya,  perantau Nagari Paninggahan, seorang ibu muda SR (26), juga dinyatakan positif  Corona. Yang bersangkutan meninggal  saat perjalanan pulang dari Tangerang melalui jalan Darat.
Namun terhadap SR ini, meski dinyatakan positif Corona setelah keluarnya hasil Swab tes yang dikirimkan Rumah Sakit DR. Bob Hazar Lampung Selatan, menurut  tim  Gugus Tugas P2PC Kabupaten Solok, tidak dimasukan dalam data pantauan Covid 19 Kabupaten Solok.
“ Meski warga Kabupaten Solok, namun Pasien meninggal di luar daerah. Kita tidak masukkan data pasien di Kabupaten Solok, karena takutnya menjadi tumpang tindih dengan data asal domisili pasien, “ sebut Kepala Dinas Kesehatan dr. Marzetty Marwazi.
Reporter: Aznul Hakim

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...