Sikapi Aspirasi Masyarakat, DPRD Kota Solok Tinjau Saluran Irigasi Sarang Alang Laing

28
DPRD
Anggota DPRD kota Solok diantaranya Nasril In Dt Malintang Sutan,SH,Andi Marianto,ST, Ade Surya Dharma,ST dan Harizal melakukan kunjungan ke lokasi irigasi bersama Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa Kepala Dinas PUPR,Afrizal,Kepala Dinas Ligkungan Hidup,Drs.Dedi Asmar dan kelompok tani sarang alang Kelurahan Laiang. Kamis (11 Februari 2021) 

ARRUSNews –  Menyikapi aspirasi masyararak  yang tergabung dalam Kelompok Tani (Keltan) Sarang Alang kelurahan laiang, sejumlah anggota DPRD Kota Solok meninjau  kondisi  irigasi  yang rusak akibat tertimbun  tanah galian perumahan  salah satu perusahaan pengembang di Kelurahan Laiang, kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.

 

Wakil rakyat kota S

Solok
Sikapi aspirasi petani, Wakil rakyat kota Solok langsung melakukan kunjungan ke lokasi irigasi Sarang Alang,

olok yang melakukan kunjungan ke lokasi irigasi Sarang Alang,  diantaranya Nasril In Dt Malintang Sutan,SH,Andi Marianto,ST, Ade Surya Dharma,ST dan Harizal  bersama Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa Kepala Dinas PUPR,Afrizal,Kepala Dinas Ligkungan Hidup,Drs.Dedi Asmar dan kelompok tani sarang alang Kelurahan Laiang. Kamis (11 Februari 2021)

Pada kesempatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dedi Asmar mengaku, surat pernyataan pengelolaan lingkungan untuk pihak pengembang perumahan memang telah keluar.

Jika  dilapangan memang terdapat kesalahan prosedur oleh pihak Developer, kata dia, maka phaknya akan meminta pertanggung jawaban atas kerusakan yang ditimbulkan akibat pengerjaan membuka lahan.

” Kami akan memanggil pihak pengembang ke Dinas Lingkungan Hidup untuk mencarikan solusinya agar saluran irigasi tersebut tidak mengganggu kepada lahan pertanian masyarakat. Kami bahkan sudah mengagendakan pertemuan untuk mecarikan solusinya pada hari Senin, tanggal 15 Februari 2021  di Dinas Lingkunga Hidup,” kata Dedi Asmar.

Sarang Alang
Kondisi saluran irigasi Sarang Alang kelurahan Laing yang dikeluhkan petani setempat

Terkait itu, anggota DPRD Kota Solok Nasril In Dt Malintang Sutan menyarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk meninjau ulang  tentang pengelolaan lingkungan di lokasi pembangunan perumahan  di kelurahan Laiang tersebut.

Dari pengamatan, Nasril In menilai upaya perbaikan yang telah dilakukan oleh pihak pengembang tidak sesuai dengan teknis, dimana polongan yang dipasang didalam bandar tersebut ukurannya terlalu kecil di bandingkan debit air yang mengaliri saluran irigasi.

” Kita  kuatirkan, jika musim hujan datang, air di saluran irigasi Sarang Alang akan meluap akibat tidak dapat di tampung oleh polongan yang terlalu kecil. Akibatnya  air yang membawa tanah akan menimbun lahan persawahan,” paparnya.

Pihaknya menganjurkan polongan kecil tersebut agar segera diganti  dengan polongan yang berukuran besar. Diharapkan Dinas Lingkungan Hidup agar tegas terhadap pengembang yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.

” Jika perlu, Dinas Ligkungan Hidup mencabut terlebih dahulu Surat pengelolaan lingkungan yang telah dikeluarkan dan izin baru dapat dikeluarkan, apabila pihak pengembang sudah memperbaiki segala sesuatu yang dapat merusak lingkungan,” tegas Nasril In.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani (Keltan) Sarang Alang Laiang, Nurseha mengatakan, lahan persawahan yang terganggu akibat timbunan tanah galian perumahan ada seluas 60 hektare.

Akibat saluran irigasi yang rusak, suplai air di areal persawahan  tidak maksimal. Bahkan untuk sawah yang letaknya  di hilir, kerap  tidak kebagian air. Padahal air ini menjadi kebutuhan utama para petani yang menanam padi.

” Kami  berharap saluran irigasi untuk pengairan sawah di Keltan Sarang Alang bisa segera diperbaiki. Sehingga suplai air yang dibutuhkan para petani saat musim tanam bisa tercukupi,” pintanya.

Sebelumnya, saluran irigasi tersebut tersumbat akibat tanah galian pengerjaan lokasi perumahan yang di bawa oleh air hujan. Tanah tersebut meyumbat saluran irigasi. Kendati  pihak pengembang sudah memperbaiki saluran tersebut, namun polongan yang dipasang tidak sesuai dengan ukuran air yang melintasi saluran irigasi.

Pelaksana Perumahan PT.Ihsan Budi Insani, Edrizal, saat ditemui dilapangan membenarkan telah terjadi kerusakan pada saluran irigasi Sarang Alang akibat tertimbun oleh tanah galian yang terseret  air hujan. Pihaknya telah memperbaiki saluran irigasi tersebut dengan cara memasang polongan di sepanjang saluran irigasi yang tertimbun mencapai 60 meter.

Sampai  sekarang air sudah mengalir seperti biasa di saluran irigasi tersebut. Berdasarkan masukkan dari masyarakat, agar dibuatkan penahan tebing, pihaknya akan mempertimbangkan terlebih dahulu.

” Yang pasti,  kami dari perusahaa selalu ada itikad baik dan kami pun tidak mau merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Wahyu Haryadi

Facebook Comments