Sudah 5.363 Jiwa Perantau Pulang, Bupati Solok Instruksikan Isolasi Mandiri

1125
Posko
Petugas Posko Pemantau pencegahan Covid 19 di perbatasan melakukan pemeriksaan perjalanan orang dan melakukan penyemprotan disinfektan

ARRUSNews – Para perantau yang pulang kampung dan masuk ke wilayah kabupaten Solok, cenderung bertambah sejak merebaknya kasus pandemik Covid 19. Pertambahan warga yang umumnya adalah perantau ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari data yang dikeluarkan Bagian Husmas Setkab Solok berdasarkan rekapitulasi jumlah kedatangan perantau dalam rangka antisipasi dan kewaspadaan Pandemik Covid 19, tercatat sampai Minggu (12/4), sudah berjumlah 5.363 orang.

Para perantau yang pulang kampung pada masa penyebaran corona virus disease (Covid 19) ini, berasal dari 74 nagari dalam 14 kecamatan di Kabupaten Solok.

Dari update data sampai Minggu (12/4) siang, tercatat perantau terbanyak yang pulang kampung berasal dari kecamatan Kubung, mencapai 980 orang. Dari asal nagari di kecamatan Kubung ini, perantau nagari Koto Baru mencapai sebanyak 302 orang, kemudian nagari Gantung Ciri sebanyak 183 orang, Selayo 148 orang dan Saok Laweh 147 orang.

” Perantau Gaung paling sedikit yang pulang, hanya 9 orang,” kata Kabag Humas, Syofiar Syam.

Kemudian perantau dari Kecamatan Gunung Talang ada sebanyak 507 orang, terbanyak dari nagari Cupak, mencapau 214 orang dan nagari Talang 116 orang.

Dari 14 Kecamatan di kabupaten Solok, warga perantau yang sedikit pulang kampung adalah kecamatan Danau Kembar sebanyak 69 orang. Mereka berasal dari dua nagari, yakni Kampuang Batu Dalam 32 orang dan Simpang Tanjuang Nan Ampek 37 orang.

Tetapi berbanding terbalik dengan kecamatan Kunjung Sirih, yang juga memiliki dua nagari, Paninggahan dan Muaro Pingai. Jumlah perantau yang pulang kampung karena terdampak virus Corona berjumlah sebanyak 601 orang. Dari Paninggahan tercatat paling banyak, mencapai 478 orang dan asal Muaro Pingai sebanyak 123 orang.

Melapor 

Menyikapi arus pergerakan perantau pulang kampung ini, pemerintah Kabupaten Solok selain memerintahkan mendeteksi warga yang masuk pada 4 posko covid 19 di gerbang perbatasan, juga  mengintruksikan Walinagari untuk membentuk satuan tugas efektif percepatan penangganan covid 19.

Wali Nagari bersama tim Kemudian  melakukan pengawasan dan pelaksanaan karantina mandiri bagi pendatang atau perantau yang pulang kampung.

” Semua pendatang dari luar daerah kabupaten Solok dihimbau melapor dan melakukan isolasi mandiri. Tidak membenarkan keluar rumah selama 14 hari, kecuali ada keperluan yang sangat mendesak, tetapi dengan tetap mengunakan masker,” sebut Gusmal.

Reporter: Wezi Rismanto
Editor   : Melatisan

Facebook Comments

loading...