Sungai Batang Asik Rao Meluap, Puluhan Hektare Sawah Siap Panen Direndam Banjir

Puluhan hektare sawah dan lahan pertanian siap panen di Kampung Lubuak Hijau, Nagari Languang, Kecamatan Rao Utara, Sabtu (4/4) malam, rata dengan air
Puluhan hektare sawah dan lahan pertanian siap panen di Kampung Lubuak Hijau, Nagari Languang, Kecamatan Rao Utara, Sabtu (4/4) malam, rata dengan air

ARRUSNews – Sungai Batang Asik Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, meluap. Akibatnya, puluhan hektare sawah dan lahan pertanian siap panen di Kampung Lubuak Hijau, Nagari Languang, Kecamatan Rao Utara, Sabtu (4/4) malam, rata dengan air.

Karni, salah seorang warga kampuang Lubuak Hijau mengatakan, akibat banjir, dikhawatirkan  masyarakat setempat mengalami gagal panen.

“Banjir  merendam sekitar 40 Hektare Sawah yang siap dipanen dan lahan Jagung. Akibatnya masyarakat gagal panen. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap Karni, Minggu (5/4/2020).

Karni menambahkan, puluhan hektare sawah itu rencananya bakal dipanen masyarakat setempat dalam dua hari kedepan.

“Ada yang rencananya memanen padi mulai besok hari. Namun kami sebagai petani harus menggigit jari melihat musibah yang melanda ini,” katanya.

Kejadian tersebut, kata Karni, berawal dari tingginya intensitas hujan yang mengguyur daerah itu sejak pukul 23.00 WIB (4/4).

“Debet air Sungai Batang Asik ini meningkat drastis sampai tadi pagi dan meluap ke areal pertanian masyarakat. Ketinggian banjir bervariasi, dari satu meter hingga tiga meter. Sampai saat ini belum kelihatan surut,” katanya.

Sementara itu, bencana banjir juga melanda permukiman penduduk di sekitar Kampung Muaro Tolang, Kecamatan Rao Selatan, Pasaman.

“Ketinggian air berkisar sampai satu meter yang merendam sejumlah rumah warga. Setidaknya ada empat kampung yang terendam banjir yaitu Kampung Obom, Kampung Selamat, Muaro Tolang, dan Tanjung Betung,” kata Ramlan.

Tidak ada  korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut, namun kerugian warga cukup besar.

“Kawasan pemukiman penduduk ini sudah selalu menjadi langganan banjir. Apalagi kalau musim hujan akan mudah membuat Sungai Batang Sumpu meluap ke pemukiman warga,” pungkas Ramlan.

Terkait musibah itu, anggota DPRD Pasaman, Rudi Apriasi menyampaikan duka cita atas musibah banjir yang menghanyutkan padi masyarakat di Jorong Lubuk Hijau, Jorong Langung, Nagari Langung, Rao Utara yang tinggal menunggu hari untuk dipanen.

Ia mengatakan, pada Musrenbang Kecamatan Rao Utara sudah disampaikan, perlu adanya normalisasi sungai dari Jorong Rumbio, Nagari Koto Rajo sampai ke Jorong Lubuk Hijau, Nagari Langung.

“ Dengan normalisasi, dimungkinkan terhindar dari banjir pada hujan. Ratusan hektar persawahan sekitar bisa dimaksimalkan pengelolaannya. Semoga kita dapat mengambil Hikmah dibalik bencana Banjir ini,” terang Rudi Apriasi.

Reporter: M. Afrizal

Facebook Comments

Artikel sebelumyaBocah Solok Selatan Dikhitan Makhluk Halus, Ini Penjelasan dr.Tony Hardian, Sp.B
Artikel berikutnyaDua Warga Malalo Ditemukan Tewas Ditimbun Material Longsor