Terbitkan Instruksi, Bupati Solok Pertegas Upaya Memutus Pandemik Covid 19

146
Bupati Solok
Bupati Solok Gusmal melakukan rapat koordinasi dengan pemangku agama terkait usaha antisipasi penyebaran Covid 19 di daerah itu

ARRUSNewsBupati Solok H. Gusmal kembali menerbitkan Instruksi nomor:  200/64/KBP- 2020, tanggal tertera 9 April 2020, yang ditujukan kepada seluruh Camat, Wali Nagari dan Ketua BPN, guna mempertegas meniadakan penyelenggaraan Shalat Jum’at dan Shalat berjama’ah di masjid-masjid pada wilayah masing-masing di Kabupaten Solok.

Instruksi Bupati Solok tersebut terbit setelah melalui pembahasan panjang dengan melakukan dialog terbuka antara  Forkopimda dan semua unsur pemangku Agama tentang mengantipasi dan mengamankan  daerah Kabupaten Solok dari ancaman pandemik Covid 19, Kamis (9/4).

 Dalam instruksi itu, Bupati Gusmal menegaskan tentang meniadakan penyelenggaraan Shalat Jum’at di masjid-masjid pada wilayah masing-masing. Dan karena itu, kepada jamaah dimbau untuk mengganti Shalat Jum’at dengan Shalat Dzuhur di rumah masing-masing. Termasuk, meniadakan Shalat Fardhu berjamaah di masjid/mushalla/surau dan menghimbau umat untuk melaksanakannya dirumah masing-masing.

“Masyarakat diminta memperbanyak ibadah di rumah bersama keluarga, melakukan Dzikir, istighfar dan berdoa, agar terhindar dari mara bahaya khususnya  wabah Covid-19, tulis Bupati Solok.

instruksi
Instruksi Bupati Solok

Bupati Gusmal meminta kepada para Camat, Wali Nagari dan Ketua BPN di wilayah masing-masing, untuk ikut  mengingatkan warga agar tidak menyelenggarakan kegiatan pengajian serta kegiatan keagamaan lainnya yang mengumpulkan banyak orang di masjidi/mushalla/surau.

“ Masjid, Mushalai dan surau untuk tetap mengumandangkan adzan pada saat memasuki waktu Shalat Fardhu 5  waktu dan menambah di akhir Adzan lafadz “Shallu Fil buyuutikum (Shalatlah dirumah kamu sekalian),” tulis Bupati dalam instruksinya.

Terkait dengan masuknya bulan Ramadhan 1441 Hijriah, diinstruksikan pula agar tidak melaksanakan Shalat tarawih berjamaah di masjid/mushalla/surau selama bulan Ramadhan dan tidak melaksanakan Shalat Idul Fitri di mesjid/lapangan (sesuai Fatwa MUI Pusat Nomor 14 Tahun 2020) sampai Pemerintah mengumumkan tanggap darurat Covid-19  telah berakhir.

Para da’i Mubaligh diminta menghentikan segala aktifitas dakwah yang menghimpun jamaah secara fisik serta berkelompok, dan dianjurkan mengganti dalam bentuk lain yang tidak bertatap muka.

‘ Seluruh Umat Islam di Kabupaten Solok diminta untuk senantiasa beristighfar dan membaca do’a,” sebut bupati Gusmal.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor   : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...