Terkait Meninggalnya Seorang Mahasiswa Teknik Sipil Pada Kemah Bakti, Ini Penjelasan Wakil Rektor III UMSB Bukittinggi

Mahasiswa
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Moch. Abdi ketika berada di lokasi kemah bakti mahasiswa

ARRUSNews –  Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Moch. Abdi memberikan keterangan terkait meninggalnya salah seorang mahasiswa, MF (20), pada Kemah Bakti Mahasiswa Teknik Sipil di Jorong Padang Tarok, Nagari Harau Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu (14 Maret 2021) malam.

Kegiatan kemah Bakti Mahasiswa di Lembah Harau itu dilaksanakan selama tiga hari mulai Jumat (12 Maret 2021) sampai dengan Minggu (14 Maret 2021).

“Peserta kegiatan ini sebanyak 84 orang mahasiswa atau separoh dari jumlah mahasiswa Teknik Sipil. Kami memang sengaja membagi dalam tahap. Tapi dengan kejadian ini, kemungkinan tahap dua dibatalkan,” kata Abdi saat memberikan keterangan, Senin (15 Maret 2021).

Dia menegaskan bahwa dalam kegiatan tersebut tidak ada kegiatan peloncoan dari mahasiswa senior kepada yuniornya.

“Tujuannya adalah silaturrahmi dengan dosen dan kakak kelas. Untuk ikut kegiatan ini harus ada izin dari orangtua dan itu sudah dikantongi semua,” kata dia.

Dia menyebut, para mahasiswa berangkat dari kampus pada Jumat (12 Maret 2021 ) sekitar pukul 14.00 WIB. Pembukaan kegiatan dilaksanakan malam hari dengan diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Pada hari kedua, Sabtu (13 Maret 2021) ada pemberian materi sampai siang, setelahnya dilanjutnya dengan pengabdian masyarakat berupa gotong royong membersihkan tempat sekitar.

“Malamnya peserta istirahat dan ada api unggun,” kata Abdi didampingi Wakil Dekan Fakultas Teknik UMSB Bukittinggi, Hariyadi.

Terkait korban, dia menyebut bahwa yang bersangkutan masih ikut pada kegiatan apel pagi yang dilakukan pada hari terakhir, Minggu (14 Maret 2021) pagi.

“Sebelum pulang memang seluruh mahasiswa mandi-mandi. Korban diketahui tidak ada saat baru tiba di Bukittinggi. Hal itu diketahui karena di dalam mobil ada tas dan handphone korban,” kata dia.

Begitu mengetahui korban tidak ikut dalam rombongan yang kembali ke Bukittinggi, sebutnya, panitia  langsung kembali lokasi kegiatan untuk melakukan pencarian dengan dibantu warga.

“Jenazah korban ditemukan pada pukul 23.00 WIB malam. Setelahnya panitia melapor ke polisi dan dilakukan evakuasi pada pukul 01.00 WIB,” lanjutnya.

Diakuinya, atas peristiwa tersebut pihak kepolisian memintai keterangan terhadap enam orang panitia.

“Tadi kami juga ikut pemakaman almarhum di kampung halamannya di Kecamatan Tilatang Kamang Mato Aia, Kabupaten Agam. Pihak kelurga juga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan untuk ke depannya, pihak kampus akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua unit kegiatan mahasiswa.

Sebelumnya, seorang mahasiswa angkatan pertama USMB Bukittinggi ditemukan meninggal dunia di sebuah sungai yang berada Jorong Padang Tarok, Nagari Harau, Kecamatan Harau.

“Iya, ditemukan seorang mahasiswa baru Fakultas Teknik UMSB Bukittinggi, MF usia 20 tahun. Dia ditemukan tidak bernyawa setelah kegiatan ospek kampus,” Sebut Kabag Ops Polres Lima Puluh Kota, Kompol Rudi Munanda.

Reporter: Mardikoa Tri Rahmad

 

Facebook Comments