Terkait Pengembalian Jabatan Edisar oleh Bupati Solok, Ini Dasarnya.

Jabatan
Menyusul terjadinya kesepakatan damai antara bupati Solok dengan edisar dkk, Bupati Epyardi Asda mengembalikan jabatan Asisten Pemerintahan dan pangkat Edisar dan tiga ASN lainnya

ARRUSNews – Bupati Solok Epiardi Asda mengembalikan jabatan Asisten Bidang Pemerintahan kepada Edisar Datuk Manti Basa SH, MH, ternyata bukan tanpa alasan.

Jabatan Edisar ini sebelumnya di copot oleh Bupati Solok, Gusmal, melalui SK Bupati Solok  Nomor 800/1097/BKPSDM-2020,Nomor 800/1099/BKPSDM-2020 dan Nomor 800/1101/BKPSDM-2021 tanggal 9 Desember 2020, serta Nomor 800/65/BKPSDM-2021 tanggal 28 Januari 2021. Selain Edisar juga dikembalikan jabatan tiga orang ASN dilingkungan pemerintah setempat .

Pencopotan jabatan ini, oleh    Edisar dinilai tidak melalui mekanisme yang semestinya. Edisar mengaku tidak pernah di proses, baik dalam bentuk pemanggilan atau dalam bentuk teguran tertulis. Kemudian sudah keluar saja surat keputusan, tentang pencopotan dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah.

Terhadap keputusan Bupati Solok Gusmal ini, Edisar lantas mengajukan gugatan ke PTUN di Padang. Ketika proses gugatan masih berjalan di PTUN,  Bupati Solok beralih kepada Epyardi Asda yang memenangkan Pilkada Kabupaten Solok.

 

Terhadap itu, Zulkifli,SH,MH pengacara Edisar melalui sambungan telepon Sabtu (17 Juli 2021) mengatakan, dikembalikannya jabatan Edisar sebagai Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Solok, setelah terjadinya kesepakatan damai antara Bupati Solok sebagai tergugat dengan pihak Edisar sebagai penggugat.

“ Dalam kesepakatan damai tersebut, disepakati untuk mengembalikan semua hak hak Edisar baik pangkat maupun jabatan,” terang Zulkifli

Dengan terjadi kesepakatan damai tersebut, gugatan di PTUN di cabut oleh penggugat.  Sehingga terbit petikan pencabutan dari PTUN.

“ Artinya perkara gugatan tersebut berakhir,” tegasnya.

Jadi, kata Zulkifli, kalau ada yang mengatakan, tidak ada PTUN memenangkan Edisar dalam kasus tersebut, memang tidak ada. Gugatan tersebut di cabut dan ditutup karena sudah ada kesepakatan damai diantara tergugat dan penggugat.

Lebih jauh dikatakan Zulkifli, gugatan yang diajukan kliennya (Edisar Dkk),  adalah terkait keputusan Bupati Solok menonaktifkan dan menurunkan pangkat setingkat lebih rendah. Dalam kesepakatan damai dengan bupati Solok (Epyardi Asda) tersebut, disepakati untuk mengembalikan kursi Asisten Pemerintahan serta pangkat Edisar dan kawan kawan.

“ Artinya pengembalian jabatan tersebut adalah berdasarkan kesepakatan damai antara Bupati Solok dengan Edisar Dkk,” papar Zulkifli.

Reporter: AH

 

Facebook Comments