Terkait Tata Cara Akad Nikah, KUA Sutera Ikuti Aturan Kemenag RI

181
Kepala KUA Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Toni Nasrianto, S.Hi
Kepala KUA Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Toni Nasrianto, S.Hi

ARRUSnews – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sutera, Toni Nasrianto memastikan, pihaknya bakal mengikuti aturan Kemenag terkait pedoman tata cara akad nikah. Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari surat edaran yang disampaikan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam guna menangkal penyebaran Covid-19 yang semakin luas.

Kendati di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya di Kecamatan Sutera belum ada masyarakat yang terjangkit virus corona, namun edaran Kemenang RI perlu diikuti sebagai langkah antisipatif terhadap Covid-19.

“Kita mengikuti peraturan Kemenag soal protokol pencegahan virus corona, baik saat akad nikah di balai nikah maupun di luar KUA. Tetapi sejauh ini, prosesi akad nikah tidak ada kendala jika dilaksanakan di balai nikah atau diluar kantor KUA.” ujar Toni Nasrianto di kantornya, Senin (23/3).

Dikatakan,  sesuai intruksi Dirjen Bimas Islam, ada tiga poin proses akad nikah di KUA, yakni membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang.

Kemudian calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi, harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker. Selanjutnya, petugas wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

Sementara akad nikah di luar KUA, kata Toni, mencakup empat poin pula, yakni ruangan prosesi akad nikah di tempat terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat.

Membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang. Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun/ hand sanitizer dan menggunakan masker. Petugas, wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

“Kita juga meniadakan semua jenis layanan selain administrasi dan pencatatan nikah di KUA. Alasannya karena berpotensi menjalin kontak dekat serta menciptakan kerumunan massa,” ucapnya.

Toni Nasrianto memastikan, pihaknya terus melakukan sosialisasi edaran Kemenag ini. Namuan yang menjadi kendala, apakah masyarakat mampu menerapkan prosesi nikah seperti itu.

“Banyak  yang belum terbiasa,” ucapnya lagi.

Pihaknya mencatat, peristiwa nikah di Kecamatan Sutera, pada 2018 sebanyak 476 pasangan. Sementara tahun 2019 tercatat sebanyak 452.

Toni mengaku jumlah tersebut menurun bukan karena wabah virus Corona atau Covid-19, tapi karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang menikah secara sah menurut aturan undang-undang.

“Tidak ada kaitannya dengan virus corona. Namun masyarakat masih banyak yang melakukan nikah bawah tangan atau nikah sirih. Sebab sejak Januari hingga Februari 2020 ini, sudah tercatat 76 pasangan yang melakukan nikah secara sah di kantor KUA Sutera,” jelasnya.

Reporter: Okis Rockin

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...