Termasuk dari Sektor Pariwisata, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Solok Dikisaran 5 Persen

139
Wisata
Bupati Solok H. Gusmal membuka pelatihan tata kelola destinasi wisata

ARRUSNews–  Sektor pariwisata menjadi incaran banyak orang, karena digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk rekreasi,  Refreshing dan Hiburan keluarga.

 

Namun demikian,  pertumbuhan  ekonomi Kabupaten Solok baru di kisaran 5 persen dan itu sudah termasuk sumbangan dari sektor Pariwisata itu sendiri. Karena itu, Bupati Gusmal mengingatkan semua praktisi masih harus bekerja dan berusaha lagi untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, salah satunya di bidang Kepariwisataan ini.

“Para wisatawan akan membawa dan mengeluarkan uang untuk kegiatan Wisata  dan  ini tentunya akan berpengaruh dan memicu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Solok, khususnya dan ekonomi Sumbar umumnya,” kata Bupti Solok H. Gusmal.

Hal itu diungkapkan Bupati Solok H. Gusmal dihadapan peserta pelatihan tata kelola destinasi Wisata Kabupaten Solok,  Kamis (13 Agustus 2020) di Kryad Bumi Minang Hotel Padang

“ Kita menyampaikan apresiasi dilaksanakan kegiatan pelatihan tata kelola kepariwisataan, sehingga sektor Pariwisata diharapkan sebagai salah satu bidang untuk dapat  meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Solok,” papar Gusmal.

Ia mengingatkan,  destinasi wisata perlu dikelola dengan baik, dari aspek lingkungan, manajemen dan masyarakat sekeliling objek wisata. Pengelolaan itu  harus dilakukan secara bersama-sama.

pariwisata
Foto bersama bupati Solok H. Gusmal dengan peserta pelatihan tata kelola destinasi wisata kabupaten Solok

Bupati Solok memandang, kegiatan pelatihan akan mendukung salah satu pilar pembangunan Kabupaten Solok,  yaitu bidang pariwisata dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Karena itu,  diharapkan kepada semua peserta untuk dapat mengikuti pelatihan tata kelola kepariwisataan  dengan baik dan memahami semua materi yang didapatkan dari pelaksanaan pelatihan.

Dengan mengikuti pelatihan, Bupati Solok sekaligus mengharapkan peserta agar dapat mempraktekkan  dan mengimplementasikannya di lapangan, sesuai dengan bidang masing-masing.

Bupati Solok mencotnohkan, bagi wisatawan mancanegara, pengelola diharapkan melakukan dan menciptakan hal-hal yang  spesifik, yang tidak dimiliki oleh Negara asal wisatawan. Diantara hal yang unik itu, seperti menampilkan  pacu jawi, minuman teh talua, pakaian kebaya dan sebagainya.

Sementara untuk wisatawan dalam negeri,  ciptakan suasana yang sesuai Sapta Pesona, diantaranya objek wisata yang bersih,  bersih, ramah,  baik dan penataan yang profesional.

Disisi lain, Bupati Solok sekaligus mengingatkan soal  pelaksanaan kegiatan supaya tetap memakai dan mematuhi Protokol Kesehatan,  jaga jarak,  sering cuci tangan dan pakai masker.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Nasripul menjelaskan, Tujuan dilakukan pelatihan agar pengelola bidang pariwisata  memahami serta memversifikasi produk dan dasar kepariwisataan, memahami pelayanan prima, mampu mengimplementasikan kompetisinya untuk meningkatkan kinerja sesuai bidang masing-masing.

“ Hasil dari kegiatan ini diharapkan pelaku pengelola pariwisata dapat menjadi pelopor dan garda terdepan dalam memajukan wisata Kab Solok,” jelasnya.

Disebutkan, pelatihan diikuti  40 orang yang terdiri dari pengelola destinasi wisata dan kelompok sadar wisata. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, mulai Rabu hingga Jumat, tanggal  12 sampai 14 agustus 2020. “ Selain belajar tatap muka, peserta juga  akan mengikuti  fieltrip atau Study lapangan ke objek wisata Kubu Gadang Padang Panjang, “ jelas Nasripul.

Reporter: Aznul Hakim

Editor    :Melatisan

 

Facebook Comments

loading...