Warga Sumbar Positif Terinfeksi Corvid-19 Sudah 55 Orang

326
data
Data Pantauan Covid 19 Sumbar, Rabu (15/4)

ARRUSNews – Jumlah warga Sumatera Barat (Sumbar) yang terjangkit Corona Virus Disease (Covid 19) terus bertambah, disamping ada yang dinyatakan sembuh.

Warga Sumbar yang dinyatakan positif covid-19 tersebut, bertambah 7 orang, hingga jumlahnya sudah mencapai 55 orang,  dan 8  orang dinyatakan sembuh.

“ Berdasarkan data gugus tugas penanganan covid-19 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), terjadi penambahan pasien positif terinfeksi covid-19 sebanyak 7 orang,” sebut Jasman Rizal,  Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Rabu (15/4).

Disisi lain, ulas Jasman,  ada satu pasien RS M Jamil positif terinfeksi corona, dinyatakan sembuh. Pasien tersebut seorang wanita, 38 tahun, berasal dari Kota Padang dan sekarang yang bersangkutan telah pulang kerumahnya.

Terkait  rincian pasien baru positif covid-19 adalah, 5 orang dari Padang, 1  orang dari Tanah Datar dan 1  orang dari Pasaman Barat.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar menyebutkan,  5  orang dari Kota Padang tersebut yaitu,  1)  Laki-laki , 45 th, karyawan toko, sekarang isolasi mandiri dirumah. 2) Perempuan, 59 th, rumah tangga. Istri dari salah seorang pasien positif yg sekarang lagi dirawat di RS M. Jamil Padang. Juga isolasi mandiri di rumahnya.3) Laki-laki, 60 th, sopir tangki BBM. Riwayatnya, terpapar dari luar daerah sumbar, 4) Laki-laki, 54 th, dirawat di M Jamil Padang. Terpapar dari salah satu pasien PDP yang sekarang juga lagi di rawat di M Jamil. Kemudian 5) Laki-laki, 58 tahun, swasta. Terpapar dari pasien positif sebelumnya yang juga lagi di rawat di M Jamil. Sekarang isolasi mandiri di rumahnya.

Sedangkan pasien dari  Pasaman Barat, wanita,  60 th, rumah tangga. Merupakan kakak dari yang positif sebelumnya di Pasaman Barat. Sekarang isolasi  mandiri di rumahnya. Kemudian dari Kabupaten Tanah Datar, wanita, 40 tahun. Terpapar dari luar daerah. Sekarang juga isolasi mandiri di rumahnya.

“ Semua pasien positif covid-19 yang isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, tetap dalam pengawasan protokol kesehatan yang ketat dari tim paramedis dan tim keamanan,” sebut Jasman Rizal.

Jasman sekaligus merincikan perkembangan Covid-19 di Sumbar yang datanya dihimpun dari berbagai rumah sakit dan gugus tugas kabupaten kota se Sumatera Barat, hingga pukul 13.00 WIB, Rabu (15/4).

Total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 5.758 orang. Proses pemantauan 712 orang. Selesai Pemantauan 5.046 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 180 orang.

Dari 180 PDP tersebut, 38 orang masih dirawat diberbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil lab, sedangkan Negatif terinfeksi covid-19 sebanyak 119 orang dan Isolasi di rumah 23 orang.

Menurut Jasman, pasien Positif covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah yang bukan pasien dari salah satu RS Rujukan total sebanyak  20 orang, 17 orang diantaranya masih isolasi mandiri, sedangkan telah dinyatakan sembuh / negative  oleh tim kesehatan, sebanyak 3 orang.

Pos Jorong

Disisi lain, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar mengingatkan, yang perlu diwaspadai adalah, dari tanggal 31 Maret 2020 sampai tanggal 13 April 2020, orang yang telah masuk ke sumbar dari 10 pintu masuk berjumlah 72.564 jiwa, atau rata-rata 4.838 orang sehari.

“ Hal ini sangat memprihatinkan, karena akan sangat berpotensi semakin meningkatnya  wabah covid-19 di Sumbar,” ulasnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, kata Jasman, Gubernur Sumbar kembali mengeluarkan instruksi agar Bupati /Walikota membentuk  pos pemantauan pendatang sampai ke tingkat jorong, mengawasi masyarakat yang baru datang dan menegaskan agar masyarakat yang baru datang, wajib di karantina atau isolasi mandiri di rumah.

Menurutnya, Bupati Walikota dapat melakukan kuasa pemaksaan dengan melibatkan Polri dan TNI jika ada warga yang ODP tidak mau mengindahkan instruksi tersebut.

Kebijkan itu ditempuh, karena banyak laporan, bahwa masyarakat yang baru datang ke kampungnya dari daerah terpapar covid-19,  masih tidak taat aturan. Duduk di warung-warung, tidak membatasi jarak dan tidak pakai masker.

“ Pak Gubernur sangat berharap, Bupati dan Walikota se Sumbar dapat dengan tegas melaksanakan instruksi Gubernur dimaksud dengan melibatkan semua stakeholder terkait,” bebernya.

Reporter: Rudi Cader

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...