Waspada DBD, Anggota DPRD Kota Solok Wazadly Himbau Masyarakat Menjaga Lingkungan

Solok
Mengantisipasi berjangkitnya DBD, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solok bersama Puskesmas KTK dan Pos Kesehatan Kelurahan melakukan fogging , Selasa (14/9/2021).

ARRUSNews – Menyusul salah seorang warga  Kelurahan IX Korong, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok terindikasi  terkangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bersama Puskesmas KTK dan Pos Kesehatan Kelurahan, langsung melakukan fogging atau penyemprotan di kawasan tersebut, Selasa (14/9/2021).

Terhadap kebijakan itu, Tenaga Pos Kesehatan Kelurahan IX Korong, Kota Solok, Nofiarita.Amd Keb menyebutkan, penyemprotan dilakukan setelah ditemukannya salah seorang warga yang menderita DBD.

Namun demikian, ulasnya,  fogging bukan upaya efektif untuk mengatasi DBD. Langkah pencegahan yang paling tepat mengatasi DBD adalah dengan budaya hidup bersih dan menjaga lingkungan di Kota Solok agar tetap bersih dan sehat.

“Serangan DBD diakibatkan masih adanya sisa genangan air hujan di sejumlah tempat yang diduga menjadi media berkembang biaknya nyamuk yang hidup di air jernih,” katanya.

Puskesmas
Petugas Puskesmas bersama Dinkes Kota Solok melakukan penyemprotan menghentikan perkembangan DBD

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk lebih mengaktifkan kegiatan pembersihan sarang nyamuk, agar dapat mencegah berkembangnya jentik – jentik nyamuk Aides Aegypti.

“Fogging merupakan pilihan kita untuk pencegahan demam berdarah. Bukan pencegahan penanggulangan, sebab yang utama adalah Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3 M plus, yakni membersihkan, menguras, dan menutup tempat -tempat penampungan air serta mendaur ulang barang-barang bekas dan juga tempat kumuh potensial perindukan nyamuk,” ungkapnya.

Terkait itu, Anggota DPRD Kota Solok,Wazadly.SH menyambut baik langkah Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Solok dan tenaga kesehatan kelurahan yang telah cepat tanggap melakukan fogging sebagai langkah pencegahan DBD.

Namun langkah pencegahan tersebut, ulas dia, diharapkan dilakukan secara merata terutama di daerah yang rawan terserang wabah DBD.

“Memang langkah pencegahan DBD tidak hanya dengan fogging, tetapi juga dengan menjaga pola hidup bersih dan menerapkan 3M plus. Kita menghimbau  masyarakat untuk tidak lengah dengan kebersihan lingkungan disaat pandemi saat ini,” himbaunya.

Disebutkan, penyakit demam berdarah bisa saja menyerang anak-anak, baik terjadi di lingkungan masyarakat maupun saat berada di sekolah. Oleh karena itu, peran Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk lebih mengupayakan  sosialisasi pemberantasan DBD.

“ Diyakini masih banyak masyarakat yang belum paham tindakan pencegahan DBD, karena itu perlu penyuluhan” terangnya.

Reporter: Wahyu Haryadi

 

Facebook Comments

Artikel sebelumyaJawab Pandangan Fraksi DRPD, Bupati Solok: APBD Perubahan 2021 Dipengaruhi Bencana non Alam Pandemi Covid-19
Artikel berikutnyaIngin Sejahterakan Nelayan, Pemko Padang Terus Melakukan Pembinaan Kepada Kelompok Nelayan Kecil.