Wisuda 75 Penghafal Alqu’an, Gubernur: Sejalan dengan Program Satu Desa Satu Hafidz Alquran

Gubernur Sumbar
Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, SP didaulat menyerahkan sertifikat tanda kelulusan bagi 75 penghafal Qur’an dari SDIT Cahaya Pelangi, Talawi, Kota Sawahlunto, Selasa (30 Maret 2021).

ARRUSNews –  Sebanyak 75  penghafal Alqur’an dari SDIT Cahaya Pelangi, Talawi, Kota Sawahlunto, Selasa (30 Maret 2021), mengikuti prosesi wisuda di Gedung Pertemuan Masyarakat Talawi.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), H. Mahyeldi Ansharullah, SP yang didaulat menyerahkan sertifikat tanda kelulusan bagi 75 penghafal Ayat Suci itu, mengaku bangga karena merupakan angkatan kelima program Hafal Alqur’an dengan tema “Membumikan Qur’an dan Menghadiahkan Mahkota Surga Untuk Ayah Bunda”.

Gubernur Mahyeldi yang biasa dipanggil “Buya” ini mengapresiasi kegiatan wisuda 75 orang penghafal Alqur’an mulai dari usia anak dari SDIT Angkatan V tersebut.

“Saya bangga anak-anak kita sudah bisa hafal Al-qur’an. Selamat kepada anak-anakku sekalian yang hari ini diwisuda menjadi hafidz Quran. Mudah-mudahan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa depan dan menjadi ulama-ulama hebat di masa depan,” ucapnya.

Wisuda hafizd Alquran ini, ulas Gubernur, sejalan dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, yakni Satu Desa Satu Hafidz Alquran. Untuk itu, pihaknya mengajak pemerintah daerah yang ada di Sumbar bisa bekerjasama demi memaksimalkan program Sadesa ini.

Gubernur
Gubernur Mahyeldi disambut hangat ketika menghadiri wisuda tahfizd Alqur’an di Talawi

Gubernur Sumbar memotivasi, bahwa seorang Hafidz  Al-Quran 30 juz, bisa menyelematkan 10 anggota keluarganya dari siksaan api neraka di akhirat kelak.

“Jika di suatu negeri ada anak yang mampu menghapal 30 juz Al-Quran, maka negeri itu akan diberkahi oleh Allah SWT, seperti halnya Mekkah, Madinah dan Palestina,” sebutnya.

Dikatakan, kewajiban mengajarkan anak membaca Al-Qur’an ada pada orangtuanya dan Al-Qur’an bisa diajarkan kepada anak sejak masih dalam kandungan.

“Anak yang mampu menghapal 30 jus Al-Quran bisa menyelamatkan 10 orang keluarganya kelak di akhirat dari siksaan api neraka,” ucapnya.

Mulianya seseorang itu tergantung bagaimana ia memuliakan Al-Quran. Ada lebih dari 40 hadis nabi yang membahas soal Al-Quran, salah satunya menyebutkan membaca Al-Quran di dalam shalat lebih baik daripada di luar shalat.

Al-Quran sebagai mukjizat Rasulullah SAW merupakan satu dari dua bekal yang diberikan nabi kepada umatnya.

“Setelah Rasul, Al-Quran yang akan menjadi syafaat kita di akhirat. Bukan cuma di akhirat, juga menjadi penjaga di alam kubur,” ujarnya.

Dengan menghafal Al Quran, umat Islam akan memiliki sinar cahaya yang lebih indah dari matahari. Nabi Muhammad SAW bersabda, ” Barang siapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya, maka dipakaikan lah mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya lebih indah dibanding cahaya matahari di dunia.”

Untuk kedua orang tuanya masing-masing dikenakan untuknya dua pakaian kebesaran yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Maka Kedua orang tuanya bertanya: ’Mengapa kami diberi pakian kemuliaan seperti ini?’ Dijawab: ’Karena anak kalian berdua belajar dan menghafal Al Qur’an.’ (Mustadrak Al Hakim 1/568. Dihasankan Al Albani dlm As Shahihah no.2914).

Untuk itu Gubernur Sumbar mengajak orangtua bisa mengutamakan pendidikan Al-qur’an, agar kelak anak-anaknya dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan orangtuanya di dunia dan akhirat.

Reporter: Aznul Hakim/rel

Facebook Comments